Tinjauan Luas
Tinjauan Luas

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) 2012, diperkirakan terdapat 14 juta kasus kanker baru yang muncul dan 8,2 juta kematian karena kanker di seluruh dunia, dan kanker usus besar merupakan kanker paling umum ditemukan pada pria dan wanita peringkat ketiga dunia dengan 1,4 juta kasus yang muncul di seluruh dunia. Segeralah lakukan pemeriksaan secara berkala untuk menghindari deteksi yang terlambat.1

Kanker usus besar adalah kanker yang tumbuh pada usus besar (kolon) atau rektum. Kedua bagian tersebut merupakan bagian dari sistem pencernaan yang memroses makanan yang kita makan dan membuang sisa makanan dari tubuh.2

Gambar1: Ilustrasi Sistem Pencernaan Manusia3

Gambar1: Ilustrasi Sistem Pencernaan Manusia3




LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pembentukan Sel Abnormal Pada Usus Besar dan Rektum 4
Pembentukan Sel Abnormal Pada Usus Besar dan Rektum 4

Kebanyakan kanker usus besar memiliki masa perkembangan yang lambat dari tahun ke tahun, diawali dengan timbulnya jaringan atau tumor yang awalnya merupakan jenis polip non-kanker pada permukaan usus besar atau rektum. Polip adalah tumor yang bersifat non-kanker dan jinak. Pada kondisi tertentu, polip berpotensi menjadi kanker bila bersifat ganas (malignant).

Apabila polip berubah menjadi kanker, maka sel tersebut akan berangsur tumbuh di dalam dinding usus besar atau rektum dan membentuk pembuluh atau plasma darah. Ketika sudah masuk ke dalam tahap ini, maka sel kanker dapat menyebar ke organ yang lain, seperti hati. Penyebaran kanker ke organ yang lain disebut dengan metastasis.

Beberapa jenis kanker dapat tumbuh pada usus besar dan rektum, tetapi sebesar 95% merupakan jenis Adenocarcinoma yaitu kanker yang berasal dari sel-sel yang memproduksi lendir dan cairan lainnya.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Stadium5
Stadium5

Pada umumnya kanker usus besar menggunakan sistem stadium TNM (Tumor, Nodus dan Metastasis) yang membedakan pasien menjadi 4 kategori stadium penyebaran tumor ke organ lain (metastasis).

 

Gambar 2: Ilustrasi Perkembangan Sel Kanker6

Stadium I

Tumor berada di lapisan usus besar.

Stadium II

Tumor sudah menembus dinding lapisan usus besar atau jaringan sekitarnya.

Stadium III

Tumor telah menyebar ke nodus limfa (salah satu komponen dari sistem limfatik yang berfungsi sebagai filter untuk partikel asing dan berisi sel darah putih).

Stadium IV

Kanker telah menyebar ke organ-organ yang lain.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Gejala7
Gejala7

Banyak orang yang tidak mengalami gejala kanker usus besar pada stadium awal, oleh karena itu pemeriksaan secara berkala sangat penting untuk menghindari deteksi yang terlambat. Gejala yang seringkali muncul adalah:

    • Perubahan pola buang air besar (diare atau sembelit)  tanpa sebab yang jelas dan berlangsung selama beberapa hari
    • Perut masih terasa penuh meski sudah buang air besar
    • Pendarahan pada usus besar
    • Ditemukan darah pada tinja saat buang air besar sehingga tinja bisa terlihat sangat gelap
    • Rasa nyeri pada perut
    • Rasa lemah atau kelelahan tanpa sebab yang jelas
    • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Faktor Risiko8
Faktor Risiko8

Penyebab pasti kanker usus besar masih belum diketahui. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengidap polip atau kanker usus besar:

  • Usia di atas 50 tahun. Mayoritas orang yang didiagnosis kanker usus besar telah berusia di atas 50 tahun. Meski demikian, kanker ini bisa juga dialami orang yang lebih muda.

  • Memiliki riwayat kesehatan keluarga atau pernah mengalami kanker usus besar atau polip pada usus.

  • Pernah mengalami kanker usus besar atau memiliki polip pada usus

  • Memiliki kondisi radang usus kronik

  • Pola makan tidak sehat. Asupan makanan yang tinggi lemak dan protein, rendah serat.

  • Jarang melakukan aktivitas fisik

  • Diabetes

  • Obesitas/kegemukan

  • Merokok

  • Mengonsumsi alkohol

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pemeriksaan9
Pemeriksaan9

Tindakan pemeriksaan yang dilakukan secara teratur dapat mengurangi proses terdeteksinya kanker usus besar stadium lanjut, karena polip memerlukan waktu yang lama (sekitar 10-15 tahun) untuk berkembang menjadi kanker usus besar. Jika polip ditemukan sejak dini maka dokter dapat melakukan operasi untuk mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker. Berikut beberapa tindakan pemeriksaan yang dapat dilakukan secara berkala:

  • Pemeriksaan tes darah samar pada tinja(Fecal Occult Blood Test/FOBT) - Polip dan kanker usus besar dapat menyebabkan perdarahan, oleh karena itu pemeriksaan FOBT dilakukan untuk menemukan darah dalam tinja yang tidak terlihat (darah pada tinja juga dapat mengindikasikan penyakit di luar kanker, seperti: wasir).    Studi menunjukkan bahwa FOBT dapat menekan angka kematian akibat kanker kolorektal antara 15 % – 33 % bila dilakukan setiap satu hingga dua tahun sekali.

  • Sigmoidoskopi - Pipa/selang kecil dan tipis berkamera dimasukkan ke rektum dan kolon sigmoid sehingga dokter bisa melihat melalui layar monitor ke dalam rektum dan ke bagian pertama dari usus besar tempat separuh dari polip biasa ditemukan. Pemeriksaan ini dilakukan setiap 5 tahun sekali.

  • Kolonoskopi10– Merupakan tes yang paling akurat. Pipa/selang elastis yang panjang dan kecil dimasukkan ke rektum sehingga dokter bisa melihat keseluruhan usus besar, mengambil polip, dan mengambil contoh jaringan untuk dilakukan biopsi. Pengambilan polip akan mencegah kanker berkembang. Biasanya sebelum pemeriksaan, dokter akan memberikan anestesi ringan. Pemeriksaan ini dilakukan secara berkala, yaitu setiap 10 tahun sekali.

  • Double-contrast barium enema (DCBE) - Selang kecil dimasukkan ke rektum sehingga cairan barium (berwarna putih seperti kapur) bisa masuk ke usus besar. Sinar-X khusus   selanjutnya akan dipancarkan pada tumor yang tampak sebagai bayangan gelap. Barium mempermudah untuk melihat tumor. Sebelum tes dilakukan, Anda akan diminta berpuasa selama beberapa jam.

  • Ultrasound - Tes ini menggunakan gelombang suara untuk mengambil gambar di bagian dalam tubuh. Pola yang tidak normal dari gambar dapat mengindikasikan adanya tumor.

  • Kolonoskopi Virtual (CT Colonography)- Tes ini membuat rekonstruksi tiga dimensi dari usus besar untuk mendeteksi adanya kelainan. Gambar diambil dalam beberapa detik setelah usus besar dikembangkan dengan karbon dioksida yang dimasukkan melalui selang kecil. Kolonoskopi virtual adalah teknik baru yang masih belum jelas akurasinya.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pengobatan11
Pengobatan11
  • Pembedahan/operasi – Tindakan yag paling umum dilakukan dengan membuang sel-sel kanker dari usus besar atau rektum.

  • Kemoterapi – Menghancurkan sel kanker dengan cara merusak kemampuan sel kanker untuk berkembang biak. Pada beberapa kasus, kemoterapi diperlukan untuk memastikan kanker telah hilang dan tidak akan muncul lagi.

  • Terapi target – Terapi target adalah jenis baru pengobatan kanker. Terapi ini menggunakan obat untuk menyerang sel-sel kanker. Setiap jenis terapi yang ditargetkan bekerja secara berbeda, tetapi semua membantu untuk membunuh sel kanker yang tumbuh dan berkembang biak.  Salah satu jenis terapi target adalah antibodi monoklonal. Antibodi ada dalam tubuh kita sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh yang disebut sistem kekebalan (sistem imun) yang berfungsi melawan penyebab penyakit seperti bakteri. Antibodi monoklonal dapat bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh alami untuk secara khusus menyerang sel kanker. Terapi ini digunakan secara kombinasi dengan kemoterapi. Berbeda dengan kemoterapi yang menghancurkan semua sel termasuk sel sehat pada tubuh (sistemik), terapi target memiliki target tertentu sehingga memiliki efek samping yang lebih minimal.

  • Radiofrequency ablation (RFA) – Terapi yang menggunakan jarum elektroda, untuk menghancurkan sel kanker.

  • Cryosurgery – Menghancurkan jaringan abnormal dengan menggunakan alat yang memiliki suhu sangat dingin.

  • Terapi radiasi – Terapi menggunakan radiasi untuk menghancurkan pertumbuhan sel kanker.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pencegahan12
Pencegahan12
  • Lakukan CERDIK

      • Cek kesehatan secara rutin

      • Enyahkan asap rokok

      • Rajin aktivitas fisik

      • Diet seimbang

      • Istirahat cukup

      • Kelola stress

  • Perhatikan riwayat kesehatan keluarga Anda13 - Apabila keluarga Anda memiliki riwayat polip dan kanker usus besar maka segera berkonsultasi ke dokter.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Video Edukasi
Video Edukasi
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Referensi
Referensi
    1. World Health Organization. Cancer: Cancer Fact Sheet. 2015. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/, diakses tanggal 6 Februari 2015.

    2. American Cancer Society. Colorectal Cancer: The normal digestive system. 2015. http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003096-pdf.pdf,  diakses tanggal 11 Februari 2015.

    3. Gambar 1: American Cancer Society. Colorectal Cancer: The normal digestive system. 2015. http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003096-pdf.pdf, diakses tanggal 19 Februari 2015.

    4. American Cancer Society. Colorectal Cancer: Abnormal growths in the colon or rectum. 2015. http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003096-pdf.pdf, diakses tanggal 11 Februari 2015.

    5. Roche. Oncology. Colorectal Cancer Guide: Staging. 2015: http://www.roche.com/med-colorectal-cancer.pdf, diakses tanggal 5 Maret 2015.

    6. Gambar 2: Roche. Oncology. Colorectal Cancer Guide: Staging. 2015: http://www.roche.com/med-colorectal-cancer.pdf, diakses tanggal 5 Maret 2015.

    7. American Cancer Society. Colorectal Cancer: Signs and symptoms of colorectal cancer. 2015.  http://www.cancer.org/acs/groups/cid/documents/webcontent/003096-pdf.pdf, diakses tanggal 11 Februari 2015.

    8. American Cancer Society. Colorectal Cancer Guide: What are the risk factors for colorectal cancer?. 2015. http://www.cancer.org/cancer/colonandrectumcancer/detailedguide/colorectal-cancer-risk-factors, diakses tanggal 19 Februari 2015.

    9. National Cancer Institute. Cancer topics: Tests to Detect Colorectal Cancer and Polyps. 2014. http://www.cancer.gov/cancertopics/types/colorectal/screening-fact-sheet#r2, diakses tanggal 11 Februari 2015.

    10. American Cancer Society. Colorectal Cancer Guide: Colorectal cancer screening tests. 2015. http://www.cancer.org/cancer/colonandrectumcancer/moreinformation/colonandrectumcancerearlydetection/colorectal-cancer-early-detection-screening-tests-used, diakses tanggal 6 Februari 2015.

    11. National Cancer Institute. Cancer topic: Colon Cancer Treatment. 2015. http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/treatment/colon/Patient/page4, diakses tanggal 11 Februari 2015.

    12. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Menkes Canangkan Komitmen Penanggulangan Kanker di Indonesia. 2015. http://www.depkes.go.id/article/print/15020400003/menkes-canangkan-komitmen-penanggulangan-kanker-di-indonesia.html, diakses tanggal 7 Agustus 2015.

    13. American Cancer Society. Colorectal Cancer Guide: Can colorectal cancer be prevented?. 2015.  http://www.cancer.org/cancer/colonandrectumcancer/moreinformation/colonandrectumcancerearlydetection/colorectal-cancer-early-detection-prevention, diakses tanggal 19 Februari 2015. 


OTH/OTH/Q3/15/91