Gambaran Umum
Gambaran Umum

Berdasarkan data Globocan 2012, insiden kanker leher rahim di Indonesia adalah 17 per 100.000 penduduk perempuan dan merupakan salah satu jenis kanker tertinggi pada perempuan selain kanker payudara. 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pengertian
Pengertian

Kanker leher rahim adalah keganasan yang terjadi di leher rahim yang merupakan bagian terendah dari rahim yang terdapat pada pada puncak liang senggama (vagina).

Hampir seluruh kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV)/virus papilloma pada manusia. Ada beberapa tipe HPV di Indonesia yang dapat menimbulkan keganasan, yaitu tipe 16 dan 18.

Penularan infeksi HPV hampir 100% melalui hubungan seksual dan tidak bergejala.

Hampir setiap 1 (satu) dari 10 (sepuluh) orang perempuan yang terinfeksi akan menjadi lesi prakanker pada jaringan epitel leher rahim. 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Gejala
Gejala

Gejala kanker leher rahim yang seringkali muncul adalah: 

  1. Haid tidak normal

  2. Perdarahan tidak pada masa haid

  3. Perdarahan pada masa menopause

  1. Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan dari liang vagina, terkadang bercampur darah

  2. Perdarahan pasca berhubungan seks 

 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Faktor Risiko
Faktor Risiko

Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengidap kanker leher rahim:

  1. Perempuan yang melakukan aktivitas seksual sebelum usia 20 tahun

  2. Berganti-ganti pasangan seksual

  3. Perempuan yang menderita Infeksi Menular Seksual (IMS) melalui hubungan seksual

  4. Ibu atau saudara perempuan menderita kanker leher rahim

  5. Hasil tes IVA atau pap smear sebelumnya abnormal

  6. Merokok (aktif/pasif)

  7. Penurunan kekebalan tubuh, seperti yang terjadi pada penderita HIV/AIDS ataupun penggunaan obat kortikosteroid dalam waktu yang lama

  8. Berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti pasangan 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pemeriksaan
Pemeriksaan

Setiap perempuan yang telah melakukan hubungan seksual secara aktif, terutama yang telah berusia 30 - 50 tahun dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan minimal 3 - 5 tahun sekali. Berikut tindakan pemeriksaan yang dapat dilakukan secara berkala:

 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pengobatan IVA Positif/Lesi Prakanker
Pengobatan IVA Positif/Lesi Prakanker

Jika hasil tes IVA positif menunjukkan adanya lesi prakanker, dapat dilakukan pengobatan dengan Krioterapi, yaitu perusakan sel-sel prakanker dengan cara dibekukan (dengan membentuk bola es pada permukaan leher rahim). Tindakan ini dapat dilakukan di fasilitas kesehatan dasar seperti Puskesmas oleh dokter umum/spesialis kebidanan terlatih. Jika tidak terobati, lesi prakanker dapat berkembang menjadi kanker leher rahim dalam waktu 3 - 17 tahun. 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pengobatan Kanker
Pengobatan Kanker

Radioterapi

Terapi ini biasanya dilakukan setelah pembedahan untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker ataupun sebelum pembedahan/operasi disertai kemoterapi.

Terapi target

Terapi ini secara spesi k menargetkan molekul-molekul biologis dalam tubuh yang berperan dalam merangsang pertumbuhan sel kanker, sehingga pertumbuhan sel kanker menjadi terhambat, lemah ataupun hancur.

Kemoterapi

Terapi ini menggunakan pemberian obat untuk memperkecil ukuran sel kanker, mencegah sel kanker tumbuh kembali paska pembedahan/operasi, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pencegahan
Pencegahan
  1. Menghindari perilaku seksual berisiko, seperti: berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seksual pada usia kurang dari 20 tahun.

  2. Menghindari faktor risiko yang dapat menjadi pemicu (seperti: merokok/terkena asap rokok).

  3. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi banyak buah dan sayur, makanan rendah lemak dan banyak mengandung vitamin C, A dan asam folat.

  4. Vaksinasi HPV. Vaksinasi yang tersedia bekerja untuk mencegah infeksi HPV, bukan sebagai pengobatan. Vaksinasi tersebut dapat mencegah lesi prakanker atau kanker leher rahim.

Melakukan tes IVA dan diobati bila ditemukan IVA positif/lesi prakanker. 


OTH/BOK/Q2/16/124 

 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL