Tinjauan Luas
Tinjauan Luas

Secara singkat dapat dikatakan bahwa kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel yang tidak normal di dalam otak. Walaupun pertumbuhan sel-sel itu lebih dikenal dengan tumor otak, tidak semua tumor otak merupakan kanker. Tumor otak yang menjadi kanker adalah tumor yang ganas (malignant). Karena seperti kita ketahui, tumor ada yang bersifat jinak dan ada yang ganas. Dengan kata lain, kanker otak merupakan nama lain untuk tumor ganas di otak.

Tumor ganas ini tumbuh dan menyebar secara agresif, mengalahkan sel-sel yang sehat dengan cara mengambil tempat, darah, dan nutrisi dari sel-sel sehat itu. Sama seperti semua sel dalam tubuh kita, sel-sel tumor pun membutuhkan darah dan nutrisi untuk mempertahankan hidupnya.

Jika tumor yang tumbuh dan menyebar secara agresif disebut tumor ganas, maka kebalikannya adalah tumor jinak (benign), yakni tumor yang tidak menyebar secara agresif. Secara umum, tumor jinak lebih tidak berbahaya dibandingkan tumor ganas, tapi tumor jinak pun dapat menyebabkan berbagai masalah dalam otak.

Tumor otak ada yang bermula dari dalam otak itu sendiri yang disebut tumor otak primer. Ada juga tumor otak yang bermula dari kanker pada bagian lain tubuh yang kemudian menyebar ke otak. Tumor ini disebut tumor otak sekunder atau tumor otak metastatik (yang telah menyebar).

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Penyebab
Penyebab

Seperti berbagai tumor lain di dalam tubuh, penyebab pasti dari kebanyakan kanker otak sampai saat ini belum diketahui. Berbagai faktor genetik, toksin-toksin yang berasal dari lingkungan dan merokok memang memiliki keterkaitan dengan kanker otak. Namun, dalam banyak kasus penyebab yang lebih jelas tidak ditemukan.

Kanker otak primer

Otak terdiri dari banyak tipe sel yang berbeda-beda. Beberapa kanker otak terjadi ketika satu tipe sel berubah dari sifatnya yang normal. Perubahan itu membuat sel-sel bertumbuh dan bertambah secara tidak normal. Saat sel-sel yang tidak normal itu tumbuh, sel-sel itu akan menjadi tumor.

Tumor otak yang terbentuk dari proses ini disebut kanker otak primer, karena tumor itu berasal dari dalam otak itu sendiri ataupun berasal dari jaringan di sekitarnya, seperti membran otak (yang berfungsi untuk melindungi sistem saraf pusat), saraf kranial (terdiri dari 12 simpul saraf yang berperan vital menggerakkan otot-otot di kepala, seperti otot untuk menggerakkan pancaindra), kelenjar pituitari (induk dari semua kelenjar yang dimiliki tubuh manusia, menghasilkan hormon pertumbuhan, serta beberapa hormon lain yang mengatur fungsi kelenjar tiroid, adrenal, dan gonad) atau kelenjar pineal (untuk menghasilkan hormon melatonin).

Beberapa tumor otak primer yang umum terjadi adalah glioma(termasuk astrositoma, oligodendroglioma, dan ependimomas), meningiomas, primitif adenoma hipofisis, vestibularschwannoma, dan tumor neuroektodermal primitif(meduloblastoma). Penamaan jenis tumor otak primer itu kebanyakan berdasarkan bagian dari otak yang menjadi tempat tumbuhnya tumor atau nama tipe sel otak yang berpengaruh terhadap terjadinya tumor itu.

Kanker yang bermula dari bagian lain tubuh lalu menyebar ke otak

Kanker ini disebut sebagai tumor otak sekunder yang biasanya terjadi pada orang-orang yang pernah mengalami kanker. Namun dalam kasus-kasus tertentu yang jarang terjadi, tumor otak yang telah menyebar justru menjadi penanda pertama bahwa kanker telah mulai menyebar dalam tubuh Anda. Tumor otak sekunder jauh lebih dikenal daripada tumor otak primer. Kanker apa pun dapat menyebar ke otak, tapi yang paling umum adalah kanker payudara, Usus Besar (usus besar), ginjal, paru, dan kanker melanoma (kanker kulit).

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Gejala
Gejala

Tidak semua tumor otak menunjukkan gejala, bahkan pada beberapa jenis tumor (seperti tumor di kelenjar hipofisis) tidak ditemukan gejala apa pun sampai seseorang meninggal. Gejala kanker otak sangat banyak dan tidak spesifik. Artinya, gejala yang timbul bisa saja disebabkan oleh penyakit lain. Satu-satunya cara untuk memastikan apakah suatu gejala merupakan gejala kanker otak adalah dengan menjalani tes diagnostik.

Berbagai gejala yang timbul mungkin disebabkan oleh:

    • Sebuah tumor yang menekan atau keluar dari bagian-bagian lain otak dan membuat bagian-bagian itu tidak berfungsi secara normal

    • Pembengkakan pada otak yang disebabkan oleh tumor atau peradangan di sekitarnya

Baik kanker otak primer maupun kanker otak yang telah metastatik memiliki gejala yang sama.

Berbagai gejala yang paling sering muncul, yakni:

    • pusing

    • lemas

    • merasa gamang (gelisah)

    • sulit berjalan

    • kejang

Sementara berbagai gejala yang tidak spesifik, yaitu:

    • perubahan dalam konsentrasi, memori, perhatian, dan kewaspadaan

    • mual, muntah

    • penglihatan tidak normal

    • kesulitan bicara

    • perubahan dalam kemampuan intelektual atau emosional secara bertahap

Pada banyak orang, gejala-gejala ini terjadi secara perlahan sehingga luput dari perhatian baik oleh orang yang bersangkutan yang terkena kanker otak maupun pihak keluarga. Terkadang, berbagai gejala itu muncul tiba-tiba. Pada beberapa kasus, orang itu terlihat seperti mengalami stroke.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Faktor Risiko
Faktor Risiko

Walaupun para dokter belum dapat memastikan penyebab mutasi genetik yang menyebabkan tumor otak primer, mereka berhasil mengidentifikasi berbagai faktor yang bisa meningkatkan risiko tumor otak. Berbagai faktor risiko itu:

  • Usia Anda. Risiko tumor otak akan meningkat sejalan usia. Walaupun tumor otak umumnya terjadi pada orang lanjut usia, tumor otak juga dapat terjadi pada usia berapa pun. Bahkan, beberapa tipe tertentu tumor otak kebanyakan hanya terjadi pada anak-anak.

  • Terpapar radiasi.Risiko kanker otak pada orang-orang yang terpapar radiasi yang terionisasi akan meningkat. Contoh radiasi yang terionisasi adalah terapi radiasi yang digunakan untuk penyakit kanker dan radiasi yang disebabkan oleh ledakan bom atom.

    • Berbagai bentuk radiasi yang sudah umum kita kenal seperti medan elektromagnetik dari jaringan listrik dan radiasi radiofrekuensi dari telepon seluler dan microwave oven, belum terbukti ada hubungannya dengan tumor otak.

    • Radiasi pada kepala, berbagai kondisi tertentu yang diwariskan, dan infeksi HIV dikatakan sebagai faktor-faktor risiko yang mungkin untuk tumor otak primer. Namun, apakah ketiga faktor risiko itu memang terbukti meningkatkan risiko tumor otak? Sampai saat ini belum dapat dipastikan kebenarannya.

    • Riwayat keluarga yang mengalami tumor otak. Walaupun kasusnya hanya sedikit, orang dengan riwayat keluarga yang mengalami tumor otak ataupun dalam keluarganya ada yang memiliki gejala genetik tumor otak akan meningkatkan risiko tumor otak pada orang tersebut.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Persiapan
Persiapan

Kunjungilah dokter jika Anda mengalami salah satu dari gejala-gejala berikut:

  • Mual atau muntah-muntah tanpa penyebab yang jelas (khususnya pada orang paruh baya atau lanjut usia)

  • Perubahan penglihatan atau bermasalah dengan pancaindra lainnya

  • Sering lesu dan mengantuk Perubahan keadaan mental, seperti terus mengantuk, bermasalah dalam memori, atau ketidakmampuan untuk berkonsentrasi

  • Kejang-kejang

  • Merasa pusing berbeda dari biasanya. Pusing memang merupakan gejala umum dari kanker otak, namun pusing tidak akan muncul jika perkembangan penyakit belum serius. Apabila pusing yang terjadi lain dari yang biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk ke rumah sakit.

  • Jika Anda sudah memiliki tumor otak atau perubahan gejala secara tiba-tiba, sebaiknya Anda langsung ke bagian gawat darurat di rumah sakit.  

  • Kesulitan dalam berbicara atau dalam mengekspresikan diri

  • Perubahan dalam perilaku ataupun kepribadian

  • Sulit berjalan atau merasa gamang/gelisah

  • Tiba-tiba terserang demam, khususnya setelah kemoterapi

 

Jika Anda sudah didiagnosis tumor otak, Anda akan dirujuk ke spesialis seperti:

  • Neurologis (spesialis kerusakan otak)

  • Onkologis (yang melakukan pengobatan kanker)

  • Onkologis radiasi (yang menggunakan radiasi untuk mengobati kanker)

  • Neuro-onkologis (spesialis kanker sistem saraf)

  • Ahli bedah saraf (melakukan pembedahan pada otak dan sistem saraf)

  • Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi

 

Karena waktu pertemuan dengan dokter yang terbatas sementara banyak yang ingin Anda tanyakan, lebih baik Anda menyiapkan diri dengan melakukan hal-hal berikut:

  • Saat membuat janji bertemu dokter, pastikan segala sesuatu yang perlu Anda lakukan sebelum pertemuan dengan dokter, seperti berpuasa atau beberapa ketentuan lainnya.

  • Tuliskan gejala apa pun yang Anda alami, termasuk gejala-gejala yang sepertinya tidak berkaitan dengan penyakit Anda.

  • Tuliskan informasi penting mengenai diri Anda, termasuk perubahan apa pun yang baru-baru ini terjadi.

  • Buatlah daftar seluruh obat, termasukvitamin atau suplemen yang Anda konsumsi.

  • Lebih baik Anda didampingi oleh keluarga atau teman. Kadang kala sulit untuk mengingat semua informasi yang diberikan selama konsultasi. Seseorang yang mendampingi Anda akan membantu mengingat hal-hal yang mungkin Anda lupa.

  • Tuliskan pertanyaan yang akan Anda sampaikan kepada dokter. Mulai dari yang paling penting. Untuk tumor otak, beberapa pertanyaan mendasar yang perlu Anda tanyakan, yaitu:

    • Apa jenis tumor otak saya?
    • Di mana letak tumor otak saya itu?
    • Berapa besar tumor otak saya?
    • Seberapa agresif tumor otak saya itu?
    • Apakah tumor otak saya itu termasuk kanker?
    • Perlukah saya menjalani pemeriksaan lain?
    • Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia untuk saya?
    • Apakah pengobatan itu dapat menyembuhkan tumor otak saya?
    • Apakah pengobatan yang paling baik untuk saya?
    • Adakah efek samping dari pengobatan yang akan saya jalani?
    • Haruskah saya berkonsultasi dengan dokter spesialis? Berapa biayanya dan apakah akan dijamin asuransi?
    • Adakah brosur atau bahan bacaan lainnya yang bisa saya bawa pulang? Situs apa yang dokter sarankan?
    • Apakah saya harus datang lagi?
    • Adakah kelompok dukungan pasien yang dapat saya hubungi?
    • Berbagai pertanyaan di atas hanyalah beberapa contoh, Anda dapat menambahkan daftar pertanyaan Anda.

 

Siapkan diri menjawab pertanyaan dokter

Saat konsultasi, dokter biasanya akan mengajukan sejumlah pertanyaan seperti:

  • Kapan pertama kali Anda merasakan gejala-gejala itu?

  • Apakah gejala-gejala itu berlangsung terus-menerus atau hanya sesekali?

  • Seberapa berat Anda merasakan gejala-gejala itu?

  • Menurut perkiraan Anda, hal-hal apa saja yang membuat gejala-gejala itu membaik?

  • Menurut perkiraan Anda, hal-hal apa saja yang justru memperburuk gejala-gejala itu?

 

Kesiapan Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dokter dengan cepat akan menyisakan waktu konsultasi yang dapat Anda gunakan untuk menanyakan hal-hal lain yang masih perlu Anda tanyakan.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Diagnosa
Diagnosa

Jika Anda didiagnosis tumor otak, Anda harus memenuhi semua janji temu yang sudah dijadwalkan baik dengan dokter maupun pihak rumah sakit lainnya. Secara umum, orang dengan kanker otak berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan lainnya, dan kanker berpotensi kambuh kembali atau memperburuk berbagai gejala yang dirasakan pasien.

                   

Dokter akan merekomendasikan sejumlah pemeriksaan berikut:

  • Pemeriksaan saraf, antara lain pemeriksaan penglihatan, pendengaran, keseimbangan, koordinasi, dan refleks. Kesulitan dalam salah satu atau lebih dari hal-hal tersebut bisa menjadi pertanda bagian otak yang terkena tumor.

  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang umumnya digunakan untuk mendiagnosis tumor. Dalam beberapa kasus, sejenis pewarna (dye) bisa disuntikkan melalui vena (pembuluh darah balik) di tangan sebelum Anda menjalani MRI. Sejumlah MRI yang lebih spesifik—functional MRI, perfusion MRI, dan magnetic resonance spectroscopy—bisa membantu dokter untuk mengevaluasi tumor dan merencanakan pengobatan. Peralatan lain yang juga bisa digunakan adalah Computerized Tomography (CT) scan dan Positron Emission Tomography (PET).

  • Pemeriksaan untuk menemukan tumor pada bagian lain tubuh. Jika diperkirakan tumor otak Anda merupakan akibat dari kanker yang menyebar dari area lain tubuh, dokter akan merekomendasikan pemeriksaan untuk menentukan tempat asal kanker tersebut. Contohnya, pemeriksaan CT scan pada dada untuk mencari tanda-tanda kanker paru.

  • Mengambil dan memeriksa sampel dari jaringan yang tidak normal (biopsi). Biopsi dapat digunakan sebagai bagian dari operasi untuk mengangkat tumor otak atau biopsi menggunakan sebuah jarum.

Jarum biopsi bisa digunakan untuk mencapai tumor otak di area-area yang sulit dijangkau ataupun area-area yang sangat sensitif dalam otak yang akan rusak apabila menggunakan operasi terbuka. Ahli bedah saraf akan membuat lubang kecil dalam tengkorak. Kemudian, sebuah jarum tipis akan dimasukkan melalui lubang itu. Jaringan akan diangkat menggunakan jarum itu, yang dipandu oleh CT scan atau MRI scanning. Setelah itu, sampel biopsi akan dilihat di bawah mikroskop untuk menentukan apakah tumor itu kanker atau tumor jinak. Informasi itu akan membantu dokter menentukan pengobatan yang akan Anda jalani.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pengobatan
Pengobatan

Pengobatan tumor otak bersifat individual, tergantung pada usia dan kesehatan seseorang (termasuk masalah kesehatan yang pernah dimiliki) beserta ukuran, lokasi, dan jenis tumor. Pengobatan tumor otak juga kompleks, kebanyakan rencana pengobatan dibuat setelah beberapa kali berkonsultasi dengan dokter.

  • Tim dokter terdiri dari ahli bedah saraf (spesialis otak dan sistem saraf), onkologis, onkologis radiasi dan dokter pertama Anda. Tim ini juga dilengkapi ahli gizi, pekerja sosial—biasanya berasal dari kelompok dukungan untuk pasien kanker—dan mungkin berbagai dokter spesialis lainnya.

  • Terapi yang umumnya digunakan adalah bedah, terapi radiasi, dan kemoterapi. Dalam banyak kasus, pasien akan menjalani lebih dari satu terapi.

Pembedahan

Banyak orang dengan tumor otak akan menjalani pembedahan. Tujuan dari pembedahan adalah memastikan bahwa ketidaknormalan yang terlihat selama pemeriksaan benar-benar tumor dan mengangkat tumor itu. Jika tumor tidak bisa diangkat, ahli bedah akan mengambil sampel tumor untuk dan mengidentifikasi jenisnya.

Dalam beberapa kasus, kebanyakan kasus tumor jinak, berbagai gejala bisa dihilangkan seutuhnya dengan bedah pengangkatan tumor. Ahli bedah saraf akan berusaha mengangkat seluruh tumor jika memungkinkan.

Sebelum menjalani pembedahan, Anda akan menjalani beberapa pengobatan dan prosedur. Misalnya:

  • Diberikan obat steroid, seperti deksametason untuk mengatasi bengkak.

  • Diberikan obat antikonvulsan untuk mengatasi atau mencegah kejang-kejang.

  • Jika ada kelebihan cairan di sumsum belakang sekitar otak, sebuah selang plastik tipis yang disebut shunt akan digunakan untuk mengambil cairan itu. Salah satu ujung shunt akan ditempatkan di dalam rongga untuk menampung cairan tersebut; ujung lainnya disusupkan di bawah kulit untuk bagian lain tubuh. Cairan akan mengalir dari otak ke bagian lain tubuh di mana cairan bisa dengan mudah dibuang.

Terapi radiasi untuk kanker otak

Terapi radiasi (yang juga disebut radioterapi) merupakan penggunaan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel tumor, sehingga sel-sel itu berhenti tumbuh dan berhenti memperbanyak diri.

  • Terapi radiasi digunakan untuk pasien yang tidak bisa menjalani pembedahan. Dalam berbagai kasus lain, terapi radiasi digunakan setelah pembedahan untuk membunuh sel-sel tumor jenis apa pun yang masih tersisa.

  • Terapi radiasi merupakan terapi lokal. Artinya, terapi radiasi hanya memengaruhi sel-sel di dalam lingkungan terdekat sel itu. Terapi radiasi tidak membahayakan sel-sel lain di dalam tubuh bahkan tidak membahayakan sel-sel lain di dalam otak.

Radiasi bisa diberikan dengan tiga cara berikut:

  • Radiasi eksternal menggunakan mesin radiasi berenergi tinggi yang ditargetkan pada tumor. Mesin radiasi akan memancarkan sinar mulai dari kulit, tengkorak, jaringan otak yang sehat, dan berbagai jaringan lainnya untuk mencapai tumor yang ditargetkan. Biasanya terapi ini diberikan lima hari dalam seminggu dalam sejumlah waktu tertentu. Satu kali terapi hanya berlangsung beberapa menit.

  • Radiasi internal atau secara implan menggunakan kapsul radioaktif kecil yang ditempatkan di dalam tumor itu sendiri. Radiasi yang dipancarkan dari kapsul akan menghancurkan tumor. Radioaktif dari kapsul akan keluar sedikit demi sedikit setiap hari dan harus dihitung secara cermat hingga ketika sudah mencapai dosis optimal, kapsul harus dikeluarkan. Pasien perlu dirawat inap di rumah sakit selama beberapa hari untuk menjalani terapi ini.

  • Stereotactic radiosurgery yang terkadang disebut juga teknik bedah “tanpa pisau”, walaupun tidak melibatkan pembedahan sama sekali. Teknik ini menghancurkan sebuah tumor tanpa membuka tengkorak. CT scan atau MRI scan digunakan untuk menemukan lokasi tumor di otak dengan tepat. Satu dosis besar radiasi berenergi tinggi yang berasal dari mesin radiasi difokuskan pada tumor dari berbagai sudut pandang. Radiasi akan menghancurkan tumor. Stereotactic radiosurgery terdiri dari berbagai tipe. Teknik ini hanya menghasilkan sedikit komplikasi dibandingkan operasi terbuka dengan waktu pemulihan yang lebih cepat.    

Kemoterapi untuk kanker otak

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan yang kuat untuk membunuh sel-sel tumor.

  • Bisa menggunakan satu jenis obat atau kombinasi obat.

  • Obat-obatan diberikan melalui mulut atau pembuluh darah di tangan (IV line). Beberapa obat diberikan melalui penempatan sebuah tube plastik tipis (shunt) untuk mengambil kelebihan cairan dari otak.

  • Biasanya kemoterapi diberikan dalam sebuah siklus. Satu siklus terdiri dari periode singkat pengobatan secara intensif diikuti periode untuk berisitirahat dan pemulihan. Setiap siklus berlangsung selama beberapa minggu.

  • Biasanya regimen (perencanaan pengobatan) sudah disusun sedemikian rupa sehingga dua hingga empat siklus bisa selesai. Kemudian, pengobatan dihentikan dulu untuk melihat respons tumor terhadap terapi.

  • Efek samping kemoterapi sudah banyak diketahui. Mungkin sulit ditoleransi oleh sebagian orang. Efek samping itu antara lain mual dan muntah, mulut terasa sakit, hilang nafsu makan, dan rambut rontok. Beberapa dari efek samping ini dapat disembuhkan dengan obat-obatan.

Pengobatan baru untuk kanker otak

Berbagai terapi untuk mengobati kanker terus-menerus dikembangkan. Saat suatu terapi terlihat menjanjikan, terapi itu akan diuji di laboratorium dan dikembangkan sebaik mungkin. Kemudian, diuji pada orang-orang dengan kanker—tes ini disebut uji klinis.

  • Uji klinis tersedia untuk setiap jenis kanker yang ada.

  • Keuntungan dari uji klinis adalah menawarkan berbagai terapi baru yang mungkin lebih efektif daripada terapi yang sudah ada atau lebih sedikit efek sampingnya.

  • Kerugian dari uji klinis adalah terapi belum terbukti apakah bekerja dengan baik atau tidak dalam setiap orang.

  • Banyak orang dengan kanker memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam uji klinis.

  • Anda dapat bertanya kepada dokter mengenai uji klinis yang sedang dilakukan saat ini.

Angka bertahan hidup pada kanker otak

Angka bertahan hidup pada kanker otak sangat bervariasi. Berbagai faktor utama yang memengaruhi angka bertahan hidup ini adalah jenis kanker, lokasi kanker, apakah bisa diangkat dengan cara pembedahan atau dikurangi ukurannya, usia, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

  • Secara umum, pasien yang lebih muda memiliki prognosis (kesempatan untuk sembuh) yang lebih baik.

  • Kanker otak yang telah menyebar (metastasis) dari bagian lain tubuh merupakan jenis kanker otak yang paling umum. Angka bertahan hidup bergantung pada asal kanker dan berbagai faktor lainnya.

Berbagai pengobatan untuk hampir semua jenis kanker otak telah tersedia dan akan memberikan kesempatan yang lebih baik bagi Anda untuk bertahan. Oleh karena itu, diskusikan dengan tim dokter mengenai pilihan pengobatan dan perkiraan prognosis terbaik untuk Anda.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pencegahan
Pencegahan

Walaupun belum ada cara untuk mencegah terjadinya kanker otak, diagnosis awal dan pengobatan sejak dini terhadap tumor yang cenderung menyebar ke otak dapat mengurangi risiko tumor otak sekunder.

Bahkan, pencegahan untuk kanker otak primer secara spesifik belum diketahui sampai saat ini. Walaupun berbagai artikel populer di situs dan berbagai media lainnya menyarankan untuk melakukan diet makrobiotik (diet yang mengutamakan mengonsumsi serat serta tidak mengonsumsi makanan olahan, daging merah, daging unggas, telur, susu, keju, mentega, dan alkohol), tidak menggunakan telepon seluler, dan berbagai tindakan pencegahan lainnya, namun belum ada data yang akurat yang mendukung berbagai saran itu.

Yang penting diingat adalah mencegah terjadinya kanker otak berarti menghindari berbagai faktor risiko yang menyebabkan terjadinya kanker otak.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Stadium
Stadium

Stadium 0: Ini adalah tahap di mana kanker hanya berkembang dalam lapisan sel tertentu. Ini adalah tahap awal kanker otak.

Stadium I: Meskipun sel-sel yang sudah terinfeksi, mereka tampak normal. Sulit untuk melihat sel-sel kanker pada tahap ini. Pada tahap ini, kanker dapat disembuhkan. Operasi adalah metode yang paling sering digunakan untuk mengobati kanker otak stadium 1.

Stadium II: Meskipun sel-sel kanker tumbuh pada sangat cepat dalam tahap ini, kanker masih dapat disembuhkan atau bisa diobati. Rupanya, pada tahap ini ada kemungkinan bahwa kanker pasti akan muncul kembali bahkan setelah pengobatan. Hal ini karena sel-sel kanker sudah menyebar ke sebagian besar jaringan dalam tubuh sehingga sulit untuk dibersihkan.

Stadium III: Pada tahap ini, sel-sel yang sudah rusak semakin berkembang pesat. Selain menyebar di otak, sel-sel ini mulai menyebar ke jaringan lain dalam tubuh

Stadium IV (metastasis): Ini adalah tahap kanker yang paling menakutkan. Hal ini karena kanker telah menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh dan kemungkinan untuk sembuh sangat kecil. Dengan kata lain, sulit untuk mengobati kanker otak stadium 4.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Komplikasi
Komplikasi

Masalah pada otak dan sistem saraf. Kanker dapat menekan saraf-saraf di sekitarnya sehingga menyebabkan rasa sakit dan menghilangkan fungsi salah satu bagian tubuh. Kanker otak dapat menyebabkan pusing dan gejala-gejala seperti stroke, misalnya lemah pada salah satu sisi tubuh.

Chemo brain. Walaupun belum ada definisi chemo brain yang jelas, komunitas medis merujuk istilah ini sebagai gangguan dalam daya ingat dan proses berpikir. Gangguan ini mulai muncul selama pengobatan kanker dan berlanjut beberapa bulan bahkan kadang beberapa tahun setelah pengobatan. Penyebab chemo brain pun belum diketahui secara pasti. Namun, kemoterapi, terapi hormon, terapi radiasi, immunotherapy dan pembedahan diduga berkaitan dengan chemo brain. Konsekuensi dari pengobatan kanker, seperti tekanan darah rendah, kelelahan, infeksi, menopause, kurang nutrisi, dan masalah tidur turut memicu gejalanya. 

Gejala chemo brain meliputi:

  • Sulit berkonsentrasi, sulit melakukan lebih dari satu tugas sekaligus atau sulit menemukan kata yang tepat.

  • Menjadi tidak teratur.

  • Tidak bisa berkonsentrasi dalam waktu lama.

  • Masalah ingatan jangka pendek.

  • Kesulitan dengan memori verbal, seperti sulit mengingat sebuah percakapan.

  • Kesulitan dengan memori visual, seperti menyebutkan sebuah gambar atau daftar kata.

Tingkat keparahan dan lamanya gejala ini berlangsung berbeda-beda untuk tiap orang. Beberapa orang bisa kembali bekerja, tapi membutuhkan waktu atau konsentrasi yang lebih lama untuk melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan orang yang lain tidak bisa kembali bekerja.

Jika Anda mengalami masalah memori dan konsentrasi yang berat yang membuat Anda sulit untuk bekerja, berdiskusilah dengan dokter. Anda akan dirujuk ke psikolog untuk melakukan terapi yang dapat membantu Anda untuk mampu beradaptasi melakukan pekerjaan baru atau memotivasi Anda untuk memperoleh pekerjaan baru.

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi perubahan memori, yaitu:

  • Melatih otak. Cobalah mengisi teka-teki silang atau permainan angka.

  • Membuat jadwal kegiatan rutin/tetap.

  • Lakukan relaksasi. Stres dapat menambah masalah pada otak dan konsentrasi.

  • Temukan cara untuk selalu teratur. Gunakan kalender atau planner. Buat daftar dan jaga kerapian tempat kerja.

  • Lakukan jeda sejenak. Bagilah tugas menjadi beberapa tahap dan beristirahatlah sejenak setelah tiap tahap selesai.

  • Berolahraga. Olahraga ringan dapat membantu Anda menghadapi stres, kelelahan, dan depresi.

  • Istirahat cukup.

Chemo brain dapat menimbulkan rasa frustrasi baik secara emosi maupun fisik. Cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan bersikap terbuka dan jujur kepada orang-orang lain mengenai berbagai gejala yang Anda alami. Berbicaralah kepada anggota keluarga ataupun teman mengenai apa yang dapat mereka berikan untuk menolong Anda. Jika Anda adalah orang yang pernah mengalami chemo brain dan berhasil mengatasinya, bagikan pengalaman itu kepada orang-orang di sekitar Anda ataupun menuliskannya dalam sebuah blog dan media lain sehingga makin banyak orang yang memperoleh manfaatnya.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL