Tinjauan Luas
Tinjauan Luas

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) 2012, diperkirakan terdapat 14 juta kasus kanker baru yang muncul dan 8,2 juta kematian karena kanker di seluruh dunia.1 Diperkirakan sekitar 250.000 perempuan di dunia terdiagnosa dengan kanker ovarium tiap tahunnya. Kanker ovarium menduduki peringkat kedelapan kanker pada perempuan yang paling umum ditemukan di dunia dan menduduki peringkat ketujuh kanker pada perempuan yang paling mematikan di dunia.2

Kebanyakan kanker ovarium diawali dengan pertumbuhan tumor ganas yang terjadi pada permukaan ovarium. Kanker ovarium memiliki potensi untuk dapat disembuhkan apabila terdeteksi dini. Mayoritas dari kaum perempuan terdiagnosa pada stadium lanjut karena ketidakjelasan gejala awal dan tidak adanya penapisan (screening) yang akurat dan dapat diandalkan untuk mendeteksi kanker ovarium stadium awal.3


Gambar1: Ilustrasi Organ Reproduksi Wanita3

 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pembentukan Sel Abnormal Pada Ovarium4
Pembentukan Sel Abnormal Pada Ovarium4

Ovarium terbentuk dari 3 sel utama yang dapat berkembang menjadi beberapa jenis kanker ovarium, yaitu:

  • Tumor epitel, yaitu tumor yang tumbuh pada permukaan ovarium.
  • Tumor sel germinal, yaitu tumor yang tumbuh pada sel telur.
  • Tumor stroma, yaitu tumor yang tumbuh pada lapisan penyokong ovarium yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
Ilustrasi Ovarium3

Gambar 2: Ilustrasi Ovarium3

Kebanyakan dari tumor tersebut bersifat jinak (non-kanker) dan tidak menyebar ke seluruh bagian ovarium. Pada kondisi tertentu tumor berpotensi menjadi kanker yang bersifat ganas dan dapat menyebar ke organ lain (metastasis). 

 

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Stadium5
Stadium5

Pada umumnya kanker ovarium menggunakan sistem stadium FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics) yang membedakan pasien menjadi 4 kategori stadium penyebaran tumor ke organ lain (metastasis)

Stadium I

Tumor berada di ovarium.

Stadium II

Tumor tumbuh hanya pada satu atau kedua ovarium serta jaringan di area pelvis (panggul).

Stadium III

Tumor telah menyebar ke permukaan perut di luar area pelvis (panggul).

Stadium IV

Kanker telah menyebar ke organ-organ lain, seperti: paru-paru atau hati.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Penyebab dan Faktor Risiko6
Penyebab dan Faktor Risiko6

Mekanisme pertumbuhan sel kanker ovarium belum diketahui secara jelas, namun hal tersebut seringkali dikaitkan dengan masalah reproduksi dan ovulasi. Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seorang perempuan mengidap kanker ovarium:

  • Riwayat kesehatan keluarga – Memiliki riwayat kesehatan keluarga dari ibu atau saudara perempuan yang pernah mengidap kanker ovarium, payudara, atau uterus

  • Faktor Usia – Perempuan di atas usia 50 tahun memiliki faktor risiko lebih besar terhadap kanker ovarium

  • Melahirkan dan menopause - Perempuan yang belum memiliki keturunan, belum pernah mengonsumsi pil kontrasepsi, mengalami haid dini atau menopause yang terlambat memiliki risiko kanker ovarium yang lebih besar

  • Faktor genetik – Sifat genetika tertentu dapat meningkatkan risiko kanker ovarium, seperti: mutasi gen BRCA1 atau BRCA2

  • Riwayat kesehatan - Pernah mengalami masalah ginekologi, seperti: kista atau endometrium di ovarium

  • Pola hidup - Obesitas, merokok, dan jarang melakukan aktivitas fisik.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Tanda dan Gejala7
Tanda dan Gejala7

Kanker ovarium tidak memiliki gejala yang jelas, oleh karena itu pemeriksaan secara teratur sangat penting untuk menghindari deteksi yang terlambat. Gejala yang seringkali muncul adalah:

  • Perut terus membesar
  • Haid tidak teratur
  • Nafsu makan berkurang
  • Kelelahan
  • Gangguan pada sistem pencernaan (konstipasi atau masuk angin)
  • Pendarahan pada vagina tanpa sebab yang jelas

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut terus menerus selama berminggu-minggu maka segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penatalaksanaan yang optimal.8

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pemeriksaan8
Pemeriksaan8

Berikut beberapa tindakan pemeriksaan yang dapat dilakukan secara berkala:

  • Pemeriksaan pelvis – Pada saat pemeriksaan pelvis, tenaga kesehatan dapat memeriksa ukuran, bentuk, dan konsistensi ovarium serta uterus. Pemeriksaan pelvis dapat membantu menemukan masalah ginekologi, walaupun tumor ovarium sangat sulit  untuk terdeteksi. Berkonsultasi dengan dokter secara teratur untuk mendapatkan proses pemeriksaan dan penatalaksanaan yang tepat.
  • CT scan – Mesin sinar-x yang menghasilkan gambar ovarium dari berbagai sudut yang berbeda. CT scan tidak dapat memperlihatkan tumor ovarium yang kecil, tetapi dapat menemukan tumor yang besar atau kemungkinan tumor telah menyebar ke organ-organ lain.9
  • Ultrasonografi (USG) – Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk menemukan tumor pada ovarium. Untuk memiliki gambaran ovarium yang lebih jelas, dokter akan memasukkan alat ultrasonografi ke dalam vagina. Prosedur ini disebut ultrasonografi transvaginal. Ultrasonografi dapat menghasilkan gambaran mengenai struktur uterus, tuba falopi, dan ovarium.
  • Tes darah CA-125 - CA 125 adalah protein yang ditemukan pada permukaan sel-sel kanker ovarium dan beberapa jaringan sehat. Banyak perempuan dengan kanker ovarium memiliki tingkat CA 125 dalam darah mereka di atas batas normal. Tes ini tidak akurat digunakan untuk mendiagnosis atau untuk penapisan karena bisa juga ditemukan pada kanker atau kondisi lain. Tes ini digunakan setelah diagnosis untuk memantau perkembangan terapi.
  • MRI scan – Teknik radiologi yang menggunakan magnet, gelombang radio, dan computer untuk menghasilkan gambar struktur ovarium.9
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pilihan Terapi10
Pilihan Terapi10
  • Pembedahan/operasi – Tindakan yang paling umum dilakukan dengan membuang sel-sel kanker dari ovarium.
  • Kemoterapi11 – Penggunaan obat yang diinjeksi ke dalam tubuh sebagai penatalaksanaan kanker. Obat yang terinjeksi akan masuk ke dalam aliran darah dan menyebar ke semua bagian tubuh.
  • Terapi target12 – Terapi target adalah jenis baru pengobatan kanker. Terapi ini menggunakan obat untuk menyerang sel-sel kanker. Setiap jenis terapi ini ditargetkan bekerja secara berbeda, tetapi semua membantu untuk membunuh sel kanker yang tumbuh dan berkembang biak.
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Mari Kenali dan Kalahkan Kanker Ovarium!
Mari Kenali dan Kalahkan Kanker Ovarium!

Lakukan konsultasi dengan dokter secara teratur untuk menghindari deteksi kanker ovarium yang terlambat. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut seputar kanker ovarium, kunjungi www.KalahkanKanker.com

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Video Edukasi
Video Edukasi
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Kuis
Kuis
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Referensi
Referensi
  1. World Health Organization. Cancer: Cancer Fact Sheet. 2015. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/. diakses tanggal 23 April 2015.
  2. Roche. Oncology. Ovarian Cancer Guide. Overview. 2015. http://www.roche.com/med-ovarian-cancer.pdf, diakses tanggal 11 Mei 2015.
  3. Roche. Oncology. Ovarian Cancer. 2015. http://www.roche.com/med-ovarian-cancer.pdf, diakses tanggal 11 Mei 2015.
  4. American Cancer Society. Ovarian Cancer: What is Ovarian Cancer? 2015. http://www.cancer.org/cancer/ovariancancer/detailedguide/ovarian-cancer-what-is-ovarian-cancer. diakses tanggal 15 Mei 2015.
  5. Roche. Oncology. Ovarian Cancer Guide: Staging. 2015. http://www.roche.com/med-ovarian-cancer.pdf. diakses tanggal 15 Mei 2015.
  6. Roche. Oncology. Ovarian Cancer Guide: Causes and risk factors. 2015. http://www.roche.com/med-ovarian-cancer.pdf. diakses tanggal 15 Mei 2015.
  7. Roche. Oncology. Ovarian Cancer Guide: Symptoms and diagnosis. 2015. http://www.roche.com/med-ovarian-cancer.pdf. diakses tanggal 15 Mei 2015.
  8. American Cancer Society. Ovarian Cancer Guide: Ovarian Cancer Detection. 2015. http://www.cancer.org/cancer/ovariancancer/detailedguide/ovarian-cancer-detection, diakses tanggal 18 Mei 2015.
  9. National Cancer Institute. Cancer topic: Ovarian Cancer Diagnosis. 2015. http://www.cancer.org/cancer/ovariancancer/detailedguide/ovarian-cancer-diagnosis, diakses tanggal 26 Juni 2015.
  10. Roche. Oncology. Ovarian Cancer Guide: Treatment. 2015. http://www.roche.com/med-ovarian-cancer.pdf, diakses tanggal 18 Mei 2015.
  11. American Cancer Society. Ovarian Cancer Guide: Chemotherapy for ovarian cancer. 2015. http://www.cancer.org/cancer/ovariancancer/detailedguide/ovarian-cancer-treating-chemotherapy, diakses tanggal 18 Mei 2015.
  12. American Cancer Society. Ovarian Cancer Guide: Targeted therapy for ovarian cancer. 2015. http://www.cancer.org/cancer/ovariancancer/detailedguide/ovarian-cancer-treating-targeted-therapy, diakses tanggal 18 Mei 2015

OTH/OTH/Q2/15/08