Tinjauan Luas
Tinjauan Luas

Kanker payudara adalah suatu kondisi yang ditandai dengan terjadinya pertumbuhan sel-sel abnormal secara tidak terkontrol pada kelenjar dan jaringan payudara. Sel-sel tersebut membelah diri lebih cepat dan diluar kendali, sehingga jumlahnya berlebihan dan dapat menyebar ke organ tubuh lainnya.

Tipe Kanker Payudara

Secara umum, kanker payudara terbagi berdasarkan status ada tidaknya protein tubuh (reseptor), yang dihasilkan gen maupun hormon dan mempengaruhi pertumbuhan sel kanker payudara, yaitu1:

1. Endokrin reseptor (reseptor estrogen dan progesteron) positif

Pertumbuhan kanker payudara dipengaruhi oleh hormon estrogen atau hormon progesteron yang berlebihan.

2. HER2 positif

Pertumbuhan kanker payudara dipengaruhi oleh protein HER2/neu yang berlebihan. Kanker payudara tipe ini cenderung lebih agresif dan tumbuh dengan lebih cepat.

3. Tiga negatif (triple negative)

Tidak adanya reseptor estrogen, reseptor progesteron, maupun HER2 protein yang berlebihan.

4. Tiga positif (triple positive) atau positif ada reseptor estrogen, progesteron dan HER2

Pemeriksaan jaringan patologi anatomi adalah pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui tipe kanker payudara seorang pasien1.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Stadium
Stadium

Stadium Kanker Payudara2


Pasien kanker payudara yang terdeteksi dini atau pada stadium awal memiliki harapan hidup yang tinggi, 98% pasien kanker payudara dini bisa bertahan hidup, sedangkan hanya 24% pasien kanker payudara stadium lanjut yang bertahan hidup hingga minimal 5 tahun3,4.

Karena itu, deteksi dini sangat penting untuk melawan kanker payudara.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Tanda dan Gejala
Tanda dan Gejala


LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pemeriksaan
Pemeriksaan

Cara Deteksi Kanker Payudara

1. perikSA payuDAra sendiRI (SADARI).
Dilakukan secara rutin setiap bulan, antara hari ke-7 menstruasi hingga hari ke-10, saat jaringan payudara tidak terlalu sensitif. Jika sudah menopause, tentukan tanggal yang mudah diingat untuk melakukan SADARI5.

2. Pemeriksaan klinis oleh tenaga medis terlatih.
Pemeriksaan fisik oleh dokter umum, dokter spesialis kandungan (ginekologi), bidan atau perawat terlatih. Perempuan yang berisiko tinggi sebaiknya melakukan pemeriksaan ini setiap tiga tahun sekali, ketika memasuki usia 20 tahun.

3. Pemeriksaan Mammografi
Pemeriksaan payudara menggunakan alat sinar-x berdosis rendah, untuk melihat jaringan payudara sehingga dapat mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dapat dilakukan di rumah sakit yang memiliki alat mamografi, setiap tahun sejak memasuki usia 40 tahun atau sesuai dengan saran dokter6.

4. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG)
USG adalah pemeriksaan menggunakan gelombang suara untuk mencitrakan jaringan-jaringan dan bagian dalam tubuh. Pada deteksi kanker payudara, pemeriksaan USG dilakukan payudara, terutama pada perempuan yang masih berusia dibawah 40 tahun, ketika jaringan payudara masih padat sehingga tidak efektif jika diperiksa dengan mammografi saja. Pemeriksaan ini juga seringkali dilakukan sebagai pemeriksaan lanjutan dari pemeriksaan mammografi, ketika pasien menemukan gejala kanker payudara7.

 

Cara melakukan SADARI8,9

  • Berdiri tegak menghadap cermin.

  • Cermati bila ada perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara, pembengkakan dan/atau perubahan pada puting.

  • Jangan khawatir bila bentuk payudara kanan dan kiri tidak simetris (asimetris)


  • Angkat kedua lengan ke atas, tekuk siku dan posisikan tangan di belakang kepala. Dorong siku ke depan, cermati payudara. Kemudian dorong siku ke belakang dan cermati lagi bentuk dan ukuran payudara.

  • Otot dada Anda dengan sendirinya berkontraksi saat Anda melakukan gerakan ini.



  • Posisikan kedua tangan pada pinggang, condongkan bahu ke depan sehingga payudara menggantung dan dorong kedua siku ke depan, lalu kencangkan (kontraksikan) otot dada Anda.

 



  • Angkat lengan kiri ke atas dan tekuk siku sehingga tangan kiri memegang bagian atas punggung.

  • Menggunakan ujung jari tangan kanan, raba dan tekan daerah payudara dan cermati seluruh bagian payudara kiri hingga ke daerah ketiak.


  • Buatlah gerakan lingkaran-lingkaran kecil dari atas ke bawah (vertical), melingkari daerah payudara, serta tepi payudara ke puting dan sebaliknya.

  • Ulangi gerakan yang sama pada payudara kanan Anda.

  • Oubit kedua puting, cermati bila ada cairan yang keluar. Segera berkonsultasi dengan dokter jika terdapat cairan yang keluar dari puting.


  • Pada posisi berbaring letakan bantal di bawah punggung.

  • Angkat lengan kiri ke atas dan cermati payudara kiri menggunakan tiga pola gerakan sebelumnya. Angkat lengan ke atas, dan lakukan pemeriksaan yang sama pada payudara kanan.

 

Pada setiap gerakan SADARI, pastikan semua batas payudara teraba:

- batas atas: dua jari di bawah tulang selangka

- batas bawah: garis melingkar payudara

- batas tengah: garis tengah tubuh

- batas paling luar: pertengahan ketiak ke bawah

 

Kondisi yang Perlu dicermati Saat SADARI10

  1. Adanya benjolan yang keras pada payudara atau daerah sekitar ketiak. Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan muncul pada satu sisi saja

  2. Perubahan ukuran atau bentuk payudara, seperti pembengkakan, munculnya lekukan dan pembuluh darah yang tiba-tiba muncul atau terlihat jelas.

  3. Perubahan pada permukaan payudara, seperti kulit yang mengeras, kulit mengelupas, berwarna kemerahan atau seperti kulit jeruk.

  4. Perubahan pada puting, seperti puting tertarik ke dalam atau keluar cairan dari puting.



Unduh buklet dan poster langkah perikSA payuDAra sendiRI.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Faktor Risiko
Faktor Risiko
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pilihan Terapi
Pilihan Terapi

Pembedahan13

Pengambilan jaringan kanker atau pengangkatan payudara. Pembedahan dibagi ke dalam tiga kategori, dilihat dari luasnya jaringan yang diangkat.

1. Lumpektomi

Pengangkatan sel kanker dan jaringan sekitarnya dengan tetap berupaya mempertahankan penampilan asli payudara.

2. Mastektomi Sebagian

Pengangkatan sel kanker serta jaringan sekitar dengan luas yang lebih besar, dibandingkan pada lumpektomi.

3. Mastektomi Total

Pengangkatan sel kanker serta seluruh payudara, untuk mencegah sel tumor muncul kembali.

Dokter akan menentukan pembedahan mana yang paling sesuai dengan melihat karakteristik sel kanker serta kondisi yang nyaman untuk pasien.

Radioterapi

Terapi ini adalah terapi menggunakan sinar berkekuatan tinggi seperti sinar-x dan sinar gama untuk menghancurkan sel kanker. Radioterapi biasanya dilakukan setelah pembedahan untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker ataupun sebelum pembedahan disertai kemoterapi, untuk memperkecil ukuran sel kanker. Radioterapi juga bisa digunakan tanpa pembedahan pada pasien kanker payudara stadium lanjut untuk meringankan gejala14,15.

Kemoterapi

Terapi ini adalah terapi menggunakan pemberian obat untuk memperkecil ukuran sel kanker, mencegah sel kanker tumbuh kembali paska operasi, mengurangi gejala, meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang harapan hidup pasien dengan sel kanker yang sudah menyebar ke bagian tubuh lain. Pengobatan kemoterapi bekeja dengan cara menyerang sel yang membelah diri dengan cepat seperti sel kanker dan sel normal lainnya, antara lain folikel rambut, sumsum tulang dan sel pada mulut. Hal ini menyebabkan kemoterapi sering diasosiasikan dengan berbagai efek samping seperti kelelahan, rambut rontok, hilang nafsu makan dan mulut yang kering.16

Terapi Target

Terapi target (atau sering juga disebut agen biologis) adalah pendekatan baru dalam terapi kanker. Terapi ini secara spesifik menargetkan molekul-molekul biologis dalam tubuh yang berperan dalam merangsang pertumbuhan sel kanker, sehingga pertumbuhan sel kanker menjadi terhambat, lemah ataupun hancur. Karena bekerja secara spesifik pada targetnya, terapi ini tidak menyerang sel-sel normal yang membelah diri dengan cepat seperti pada kemoterapi.17

Terapi Hormon

Terapi hormon adalah terapi yang bekerja dengan menghambat hormon progresteron dan estrogen. Hormon-hormon ini dapat merangsang pertumbuhan sel kanker payudara, terutama jenis kanker payudara yang pertumbuhannya tergantung pada reseptor hormon.18

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Pencegahan
Pencegahan

Gaya Hidup Sehat untuk Pencegahan Kanker Payudara

Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terkena kanker payudara.19,20

  1. Mempertahankan berat badan ideal

    • Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko seseorang terkena berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara.

    • Jaringan lemak meningkatkan produksi estrogen, yang jika berlebihan sering dikaitkan dengan pemicu kanker payudara.

    • Batasi asupan makanan dan minuman berkalori tinggi.

  2. Aktif berolahraga

    • Dewasa: Lakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi, minimal 75 hingga 150 menit dalam satu minggu.

    • Anak dan remaja: Lakukan olahraga dengan intensitas tinggi selama 1 jam, minimal 3x dalam seminggu.

  3. Konsumsi makanan sehat

    • Mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan, serta memperbanyak konsumsi sayur dan buah.

    • Pilih makanan yang tergolong whole grain atau produk makanan yang menggunakan biji-biji serealia utuhseperti gandum, jagung dan quinoa.

LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Video Edukasi
Video Edukasi
LIHAT SELENGKAPNYA
SEMBUNYIKAN DETAIL
Referensi
Referensi
  1. WebMD. Types of breast cancer; ER Positive, HER2 Positive, and Triple Negative; http://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-types-er-positive-her2-positive; Diakses pada 20 Maret 2015.

  2. Breast cancer.org; Stages of breast cancer; http://www.breastcancer.org/symptoms/diagnosis/staging.jsp; Diakses pada Februari 2013

  3. National Cancer Institute; SEER Cancer Statistics Review, 1975-2009 (Vintage 2009 Populations) [online]; http://seer.cancer.gov/csr/1975_2009_pops09/; Diakses pada 16 September 2014.

  4. Sant M, et al. Ann Oncol 2003;14 Suppl 5:v61-118.

  5. National Breast Cancer Foundation; Breast Cancer Faqs-How often should I do a breast self-exam; http://www.nationalbreastcancer.org/breast-cancer-faqs; Diakses pada 23 Maret 2015.

  6. WebMD. Slideshow: A Visual Guide to Breast Cancer. Breast Cancer and Mammograms; http://www.webmd.com/breast-cancer/ss/slideshow-breast-cancer-overview; Diakses pada 23 Maret 2015.

  7. American Cancer Society; www.cancer.org; Tinjauan terakhir: 9 Oktober 9 2014; http://www.cancer.org/cancer/breastcancer/moreinformation/breastcancerearlydetection/breast-cancer-early-detection-breast-ultrasound; Diakses pada 23 Maret 2015.

  8. Breastcancer.org; The Five Step of a Breast Self-Exam; http://www.breastcancer.org/symptoms/testing/types/self_exam/bse_steps?gclid=CJXw1Pba6MQCFRUVjgodTLoAXQ; diakses pada 9 April 2014

  9. American Cancer Society; Breast Awareness and self-exam;Tinjauan terakhir; 10 September 2014; http://www.cancer.org/cancer/breastcancer/moreinformation/breastcancerearlydetection/breast-cancer-early-detection-acs-recs-bse; diakses pada 9 April 2014

  10. Breast Cancer Campaign; Breast cancer signs and symptoms; http://www.breastcancercampaign.org/about-breast-cancer/breast-cancer-symptoms; Diakses pada 23 March 2015.

  1. Breast Cancer Care; Am I at risk?; https://www.breastcancercare.org.uk/breast-cancer-information/breast-awareness/am-i-risk/risk; Diakses pada 16 September 2014.

  2. National Cancer Institute; Breast Cancer Prevention (PDQ®) – Description of the Evidence; Tinjauan terakhir: 27 Februari 2015; http://www.cancer.gov/cancertopics/pdq/prevention/breast/HealthProfessional/page3; Diakses pada 10 April 2015.

  1. Web MD; breast cancer surgery options; http://www.webmd.com/breast-cancer/breast-cancer-surgery; diakses pada 9April 2015

  2. American Cancer Society; Radiation therapy for breast cancer; www.cancer.org; Tinjauan terakhir: 26 February 2015; http://www.cancer.org/cancer/breastcancer/detailedguide/breast-cancer-treating-radiation; Diakses pada 17 Maret 2015.

  3. National Cancer Institute; Radiation Therapy for Cancer; Tinjauan terakhir: 30 Juni 2010; http://www.cancer.gov/cancertopics/treatment/types/radiation-therapy/radiation-fact-sheet; Diakses pada 10 April 2015

  4. American Cancer Society; Chemotherapy for Breast Cancer; Tinjauan terakhir: 26 Februari 2015; http://www.cancer.org/cancer/breastcancer/detailedguide/breast-cancer-treating-chemotherapy; Diakses pada 10 April 2015

  5. National Cancer Institute; Targeted cancer therapies; Tinjauan terakhir: 25 April 2014; http://www.cancer.gov/cancertopics/treatment/types/targeted-therapies/targeted-therapies-fact-sheet; Diakses pada 20 Maret 2015.

  6. National Cancer Institute; Hormone Therapy for Breast Cancer; Tinjauan terakhir: 2 Agustus 2012; http://www.cancer.gov/cancertopics/types/breast/breast-hormone-therapy-fact-sheet; Diakses pada: 10 April 205

  7. American Cancer Society; Summary of the ACS Guidelines on Nutrition and Physical Activity; Tinjauan terakhir 11 November 2012; http://www.cancer.org/healthy/eathealthygetactive/acsguidelinesonnutritionphysicalactivityforcancerprevention/acs-guidelines-on-nutrition-and-physical-activity-for-cancer-prevention-summary; Diakses pada 27 Maret 2015.

  8. National Cancer Institute; Obesity and Cancer Risk; http://www.cancer.gov/cancertopics/causes-prevention/risk/weight-activity/obesity-fact-sheet; Diakses pada 27 Maret 2015.



HER/BOK/Q2/15/34