Dengan perkembangan teknologi saat ini dokter bisa mengetahui hal-hal yang meningkatkan risiko kanker yang seharusnya bisa mencegah tumbuhnya sel kanker namun dalam kebanyakan kasus, kanker terjadi pada mereka yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya mereka berisiko. Oleh karena itu penting bagi mereka dengan faktor risiko untuk memeriksakan kondisi mereka karena kanker – apapun jenisnya – akan lebih mudah diobati ketika ditemukan sedini mungkin. Faktor-faktor yang diketahui akan meningkatkan risiko kanker antara lain:

Usia

Kanker bisa memakan waktu berpuluh-puluh tahun untuk muncul. Itu sebabnya mengapa kebanyakan kasus ditemukan pada mereka yang berusia 65 tahun atau lebih tua. Walaupun lebih umum ditemukan pada orang dewasa, kanker bisa ditemukan pada orang tanpa batasan usia – bahkan bisa ditemukan pada anak-anak.

Kebiasaan hidup

Berikut adalah faktor risiko umum dari kebiasaan hidup seseorang:

  • Merokok
  • Terpapar sinar matahari yang berlebihan
  • Terpapar radiasi ion
  • Pernah menjalankan terapi hormon
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Pola makan tidak sehat, kurang melakukan kegiatan fisik atau obesitas (memiliki berat badan yang berlebihan)

Sejarah Keluarga

Hanya sebagian kecil dari kanker yang terjadi karena kondisi ini. Jika dalam garis keluarga Anda ada yang mengidap kanker, kemungkinan diturunkannya mutasi-mutasi sel dalam DNA ke generasi berikutnya lebih besar. Akan lebih baik jika Anda melakukan uji genetis untuk melihat apakah Anda mewarisinya. Penting untuk diingat juga bahwa kalaupun ditemukan mutasi genetis tidak berarti bahwa Anda akan memiliki kanker.

Kondisi Kesehatan

Beberapa kondisi kesehatan yang kronis seperti radang usus besar bisa menjadi risiko untuk tumbuhnya sel kanker. Jika memang Anda memiliki kondisi seperti ini, segera berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui lebih pasti.

  

Terinfeksi virus dan memiliki keberadaan bakteri

  • Terkena infeksi seksual menular virus human papilloma (HPV).

Meningkatkan risiko kanker leher rahim.

 

 

  • Terinfeksi virus Hepatitis C.  (foto virus Hepatitis C)

Meningkatkan risiko kanker hati.

 

 

  • Terinfeksi virus Human Immunodeficiency (HIV).

Meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening (lymphoma) dan Kaposi Sarcoma.

 

 

 

  • Terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV).

Meningkatkan risiko kanker kelenjar getah bening (lymphoma).

  • Terinfeksi Human Herpesvirus 8 (HHV8).

Meningkatkan risiko kanker Kaposi Sarcoma.

  • Terinfeksi bakteri pylori.

Meningkatkan risiko kanker perut dan kanker kelenjar   getah  bening (lymphoma)

Lingkungan dan paparan jenis kimia tertentu

Lingkungan di sekitar Anda mungkin mengandung unsur-unsur kimia yang berbahaya yang bisa meningkatkan risiko kanker. Bahkan jika Anda tidak memiliki kebiasaan merokok tapi Anda dikelilingi para perokok atau Anda tinggal bersama perokok dan Anda terpapar oleh asap rokok untuk waktu yang lama, hal ini bisa memicu tumbuhnya sel kanker. Zat-zat kimia yang ada di rumah atau di kantor, seperti  asbes dan besi juga sering diasosiakan dengan meningkatnya risiko tumbuhnya sel kanker.

Strategi pencegahan

  • Menghindari faktor risiko di atas
  • Mendapatkan vaksinasi virus human papilloma (HPV) dan virus Hepatitis B (HBV)
  • Tidak melakukan seks bebas
  • Menghindari paparan sinar matahari berlebihan
REFERENSI

National Cancer Institute. What is cancer?  http://www.cancer.org/cancer/cancerbasics/what-is-cancer diakses tanggal 22 Oktober 2016

 

OTH/OTH/Q4/16/243