Mari Bersama Kalahkan Kanker: Kolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan

  
Untuk meningkatkan peran perempuan dalam memerangi kanker, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dharma Wanita Persatuan, dan PT Roche Indonesia berkolaborasi untuk mengedukasi para perempuan mengenai kanker serta menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta.

Jakarta, 1 Juni 2016 – Sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kesadaran akan kanker, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Dharma Wanita Persatuan, dan PT Roche Indonesia mengadakan sosialisasi kanker kepada sekitar 250 orang anggota Dharma Wanita Persatuan dari 65 kementerian dan lembaga tinggi negara lainnya, serta organisasi perempuan lain yang diundang. Kegiatan diadakan pada Rabu, 1 Juni 2016 di Auditorium Dharma Wanita Persatuan Pusat di Jakarta dan diawali dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dharma Wanita Persatuan dan PT Roche Indonesia dalam kampanye kesadaran akan kanker.

Sebagai pembuka, dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI dan dr. Niken Wastu Palupi, MKM, Kepala Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menyajikan “Kebijakan Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Indonesia” serta “Kebijakan Pengendalian Kanker di Indonesia”. Acara talk show sendiri menghadirkan dr. Noorwati Sutandyo, Sp. PD-KHOM dan dr. Walta Gautama Sp. B (K) Onk. dari Rumah Sakit Kanker Dharmais; serta Dr. dr. Fidiansjah, Sp. KJ, MPH, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA dan dr. Aries Hamzah, MKM, Kepala Sie Penyakit Kanker, Subdirektorat Penyakit Kanker dan Kelainan Darah, Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, keduanya di bawah Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, serta dipandu oleh Ayu Dyah Pasha, pendiri Sahabat Ibu Indonesia dan figur publik. Topik yang diangkat adalah gejala, faktor risiko, stadium, pengobatan, deteksi dini kanker, gaya hidup sehat, serta dukungan psikologis bagi pasien dan keluarga pasien.

Kolaborasi tiga pihak ini bertujuan memperkaya pengetahuan para perempuan mengenai kanker dan pentingnya melakukan deteksi dini kanker, serta mendapatkan pengobatan medis yang tepat, sehingga dapat mengurangi kesakitan, memperpanjang harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.  Melalui talk show ini, para pembicara dan moderator mendorong para peserta lebih percaya diri membagikan informasi mengenai kanker yang benar kepada keluarga, teman, serta komunitas.

Dr. Lily S. Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, menyatakan bahwa kanker telah menjadi musuh baru dalam kesehatan masyarakat. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation/WHO), kira-kira 14 juta kasus baru kanker muncul dan menyebabkan 8,2 juta kematian pada tahun 2012, serta menjadikan kanker sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.[1] Dalam dua dekade ke depan, kasus kanker baru yang muncul diprediksi melonjak ke angka 22 juta.1 Data Riset Kesehatan Indonesia (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa prevalensi kanker di Indonesia adalah 1,4 per seribu orang, atau sekitar 347.000 orang.[2] Globocan pada tahun 2012 melaporkan bahwa estimasi insiden kanker payudara adalah 40 per 100.000 perempuan, kanker leher rahim 17 per 100.000 perempuan, kanker paru 26 per 100.000 laki-laki, dan kanker usus besar 16 per 100.000 laki-laki.[3] Angka ini diprediksi meningkat seiring meningkatnya gaya hidup yang tidak sehat.

Sehubungan dengan hal tersebut, program pencegahan dan pengendalian kanker saat ini diprioritaskan pada promotif dan preventif melalui deteksi dini kanker dengan kasus tertinggi, yaitu kanker leher rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) atau pap smear, kanker payudara dengan pemerikSAan payuDAra sendiRI (SADARI) dan pemerikSAan payuDAra kliNIS (SADANIS), penemuan dini kanker pada anak yaitu leukemia, retinoblastoma, osteosarkoma, limfoma, neuroblastoma, dan karsinoma nasofaring dengan tidak mengabaikan kanker lainnya.

Dharma Wanita Persatuan adalah organisasi masyarakat yang beranggotakan para istri Aparatur Sipil Negara (ASN). Organisasi ini menggagas berbagai kegiatan dengan fokus pada bidang pendidikan, ekonomi, serta sosial-budaya, dan memiliki visi untuk menjadi organisasi perempuan yang profesional demi memperkuat peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Melalui kerja sama multipihak, Dharma Wanita Persatuan bermaksud meningkatkan kesejahteraan para anggota, keluarga, serta masyarakat luas. Oleh karena itu, Dharma Wanita Persatuan bermitra dengan Kemenkes RI dan PT Roche Indonesia di bidang kesehatan.

Wien Ritola Tasmaya, Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan menyuarakan komitmen organisasi yang dipimpinnya dalam meningkatkan kesadaran akan kanker. Melalui kemitraan yang dibangun dengan Kemenkes RI dan PT Roche Indonesia, Dharma Wanita Persatuan berencana untuk memasang video edukasi mengenai kanker di situs web Dharma Wanita Persatuan, menyebarkan materi edukasi cetak, serta menggelar sesi sosialisasi kanker di daerah lain. Setiap anggota Dharma Wanita Persatuan didorong untuk membagikan pengetahuan kepada orang-orang terdekat.

Lucia Erniawati, Head of Corporate Affairs and Access PT Roche Indonesia menekankan komitmen perusahaan dalam masalah kesehatan di Indonesia. “Sebagai perusahaan bidang kesehatan, PT Roche Indonesia ingin mewujudkan Indonesia yang lebih sehat melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengedukasi publik mengenai kanker dan  pentingnya deteksi dini,” ujar Lucia. Pada bulan September 2015, kampanye “Kalahkan Kanker” diluncurkan ke publik. Situs web www.KalahkanKanker.com menyediakan informasi seputar kanker kepada awam, sementara 70.000 materi cetak telah didistribusikan ke seluruh Indonesia dan 3 video edukasi mengenai kanker payudara (Rumpian Beha, bit.ly/RumpianBeha), kanker ovarium (dr. Ova, bit.ly/ovacheck), dan kanker usus besar (dr. Us Us, bit.ly/edukasikub) telah disaksikan oleh lebih dari 400.000 orang. Di samping itu, tahun ini, kampanye “Kalahkan Kanker” berfokus pada edukasi pemuka masyarakat mengenai kesadaran akan kanker, sehingga mereka dapat berperan sebagai duta edukasi kanker.


1 The World Health Organization, Cancer Fact Sheet, http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs297/en/, last update February 2015.
2 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2013, http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf, accessed 19 May 2016.
3 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Hilangkan Mitos Tentang Kanker; http://www.depkes.go.id/article/print/201407070001/hilangkan-mitos-tentang-kanker.html, accessed 19 May 2016.


OTH/OTH/Q2/16/142