Imunoterapi Kanker

Revolusi pengobatan kanker yang menstimulasi sistem imun (sel T) untuk secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker

Imunoterapi Kanker

Imunoterapi kanker bertujuan untuk menstimulasi sistem imun untuk secara spesifik menargetkan dan membunuh sel kanker.

Pada kondisi normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel “asing”  atau abnormal di dalam tubuh dengan mengerahkan pasukan sel T. Cara kerja sistem imun:

  • MENCARI: Sel T mencari semua hal yang berbahaya bagi tubuh
  • MEMINDAI: Sel T memindai sel-sel untuk membedakan antara sel yang normal dan abnormal atau ‘asing’
  • MENYINGKIRKAN: Ketika terdeteksi, sel abnormal diserang dan disingkirkan oleh sel T

Untuk melawan kanker, tubuh memiliki siklus imunitas/kekebalan terhadap kanker. Namun, PD-L1 menjadi penghambat sistem imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker.

Siklus Imunitas Kanker

Tubuh memiliki siklus imunitas/kekebalan melawan kanker yang terdiri dari 7 tahap:

  • 1

     

    Pelepasan Antigen

    Siklus dimulai dengan pelepasan antigen. Ini adalah proses ketika sel kanker mati lalu melepaskan antigen. Pada dasarnya, antigen adalah potongan protein kecil dari sel kanker yang telah mati.

  • 2

     

    Antigen Presentation

    Ini adalah tahap ketika antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik), yang kemudian membawa antigen ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

  • 3

     

    Produksi dan Aktivasi Sel T

    Di tahap 3, sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga kemudian terproduksi dan teraktivasi.

  • 4

     

    Perjalanan Sel T

    Setelah sel T diaktifkan di tahap 3, mereka masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker.

  • 5

     

    Infiltrasi Sel T ke dalam Tumor

    Ketika sel T tiba di lokasi tumor, tugas mereka adalah untuk masuk ke dalam lokasi tumor. Pada dasarnya, sel T harus menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk.

  • 6

     

    Pengenalan Kanker oleh Sel T

    Di dalam tumor, terdapat sel-sel kanker yang akan dikenali oleh sel T yang telah masuk.

  • 7

     

    Sel T Menghancurkan Sel Kanker

    Di tahap ini, sel T menjadi aktif untuk melawan sel kanker dan mampu menghancurkannya.

PD-L1: Kamuflase sel kanker untuk menghindari sistem imun

PD-L1 merupakan protein yang terdapat di permukaan sel kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.

Ketika berikatan dengan protein lain seperti B7.1 dan PD-1, protein PD-L1:

  • menghambat proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening
  • menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor

Pengobatan imunoterapi kanker bertujuan mengembalikan fungsi sistem imun dengan cara memblokir ikatan PD-L1 dengan protein lain sehingga sel T dapat mengenali sel kanker dan menghancurkannya.

Imunoterapi kanker bekerja pada tahap pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening dan penghancuran sel kanker di dalam tumor, beberapa contoh imunoterapi kanker yang telah dikembangkan antara lain anti PD-L1, anti PD-1, dan anti CTL4.

e-posters

REFERENSI:

  • Cologne, Germany: Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG); 2006-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK279395. Diakses 25 Oktober 2019.
  • Roche.com. Cancer immunotherapy. https://www.roche.com/dam/jcr:047b7f57-ca7f-424f-bec1-29f3d9d23ea5/en/cancer-immunotherapy-factsheet.pdf. Diakses 25 Oktober 2019.
  • Chen DS, Mellman I. Immunity. 2013. 39:1-10
  • Chen DS, et al. Clin Cancer Res 2012; Chen and Mellman. Immunity 2013

NPM-ID-0445-11-2019

Didukung oleh © 2017 F. Hoffmann-La Roche Ltd. All rights reserved.

Situs jaringan ini memuat informasi umum yang ditujukan kepada khalayak luas, dan bukan untuk tujuan komersil. Informasi dalam situs ini tidak ditujukan sebagai saran medis, dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti konsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkualifikasi/kompeten yang memahami kebutuhan medis Anda secara individual. Situs ini dapat memuat detil atau informasi yang tidak dapat diperoleh atau yang tidak berlaku di negara Anda. Perlu diketahui bahwa Roche Indonesia tidak bertanggung jawab untuk akses informasi tersebut yang mungkin tidak sesuai dengan proses hukum, peraturan, pendaftaran atau penggunaan di negara asal Anda. Tidak diperkenankan mengambil isi situs ini atau memublikasikannya dalam bentuk apa pun, tanpa persetujuan tertulis dari PT Roche Indonesia.

NPM-ID-0446-11-2019